FAKT
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

Agar Kurikulum SD Lebih Mudah, Ini Solusi Anies

By Unknown | At 07.21 | Label : | 0 Comments
Agar Kurikulum SD Lebih Mudah, Ini Solusi Anies



Kemendikbud nantinya tidak akan mengunci pembuatan silabus.
Banyak orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) mengeluhkan kurikulum yang terlalu berat bagi anaknya. Mulai dari pelajaran yang dinilai sulit bagi siswa sampai bawaan tas yang berat dengan buku-buku. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan memberikan solusi terkait hal tersebut.

"Saat ini pusat menentukan kompetensi apa saja yang harus terpenuhi, perannya lalu sekolah sekolah saling belajar dari sama lain, mengambil intisari dari banyak tempat kemudian mereka menyusun sendiri," kata Anies yang kutip dari detikcom (19/04/2016).

Menurutnya, ini perlu dilakukan untuk memacu kreativitas para guru dalam menyesuaikan kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah dan murid yang diajarkan di sekolah tersebut. Pemberian kebebasan ini juga terkait keanekaragaman yang telah terbentuk di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Anies mengatakan banyak guru yang kreatif tetapi masalahnya banyak yang bilang, kalau mereka berbeda mereka melanggar aturan akhirnya dikerjakannya diam diam. Sekarang guru akan diberi ruang, Kemendikbud nantinya tidak akan mengunci pembuatan silabus.

"Kurikulum, silabusnya diberikan ke sekolah agar keanekaragamannya bisa terjadi. Kita tidak mengunci silabus, kita berikan contoh dan standar kompetensi dasar tapi selebihnya kita serahkan guru dan elemen sekolah lainnya di seluruh Indonesia," kata Anies. 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/agar-kurikulum-sd-lebih-mudah-ini-solusi-anies.html#ixzz46HYKXUoJ

Cara Melihat Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2016

By Unknown | At 07.16 | Label : | 0 Comments



Cara mengecek atau melihat  calon peserta sertifikasi guru tahun 2016.
Daftar calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 telah diumumkan secara online oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sertifikasi guru tahun ini akan dilakukan melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Guru yang dibiayai sertifikasinya merupakan guru dalam jabatan, yaitu guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2015.

Saat ini dalam tahap verifikasi calon peserta sertifikasi guru dapat dilihat melalui situs resmi www.sergur.kemdiknas.go.id. Semua guru yang memenuhi persyaratan mempunyai kesempatan untuk mengikuti PLPG tahun 2016. Rencananya pendaftaran calon peserta PLPG akan diperpanjang hingga Mei 2016.

Cara mengecek calon peserta sertifikasi guru tahun 2016

1. Kunjungi http://sergur.kemdiknas.go.id/pub/index.php

Cara Melihat Calon Peserta Sertifikasi Guru 2016

2. Klik menu Daftar Calon Peserta

Cara Melihat Calon Peserta Sertifikasi Guru 2016

3. Isikan NUPTK yang ingin dicari dalam daftar calon peserta

Cara Melihat Calon Peserta Sertifikasi Guru 2016

4. Akan tampil data daftar calon peserta sertifikasi guru tahun 2015

Data calon peserta sertifikasi guru yang bisa dilihat adalah data guru, kategori peserta, pendidikan terakhir, dan instansi/sekolah. Bisa pula dilihat pola sertifikasi apakah PLPG atau SG-PPG, bidang studi sertifikasi, dan skor Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Skor minimal UKG yang ditetapkan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) tahun 2016 adalah minimal 55.

PLPG dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan yang telah ditetapkan Pemerintah dan didukung oleh Perguruan Tinggi yang memiliki program studi relevan dengan bidang studi/mata pelajaran guru peserta PLPG. Sertifikasi guru pola PLPG diselenggarakan selama 10 hari dengan bobot 90 Jam Pembelajaran.

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/cara-melihat-calon-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2016.html#ixzz46HWx3peN

Jadwal Pembayaran Gaji PNS Ke-13 dan Ke-14 Tahun 2016

By Unknown | At 07.10 | Label : | 0 Comments



Sudah bisa dipastikan bahwa gaji ke-13 itu akan dicairkan sekitar pekan pertama Juli, baru berikutnya dicairkan gaji PNS ke-14.

Gaji tambahan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni gaji ke-13 dan gaji ke-14 tahun ini, akan dicairkan hampir bersamaan. Rencananya, gaji ke-13 yang berwujud tunjangan hari raya (THR) bakal cair lebih dulu baru kemudian disusul pencairan gaji ke-14.

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini Idul Fitri jatuh pada tanggal 6 Juli 2016. Meski surat resmi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum keluar, sudah bisa dipastikan bahwa gaji ke-13 itu akan dicairkan sekitar pekan pertama Juli. 

Selang beberapa pekan berikutnya, baru dicairkan gaji PNS ke-14 untuk keperluan pendidikan anak. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, tahun pelajaran baru 2016/2017 yang akan dimulai pekan ke-3 Juli. 

Pemberian gaji ke-14 untuk PNS baru berjalan perdana tahun ini. Gaji tambahan ini adalah kompensasi atas tidak ada kenaikan gaji berkala bagi abdi negara. Gaji ke-14 pada tahun ini akan diterima PNS bebarengan dengan gaji ke-13.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman berharap pemberian ke-13 dan ke-14 untuk PNS bisa sebagai pelecut kinerja dan meningkatkan integritas kepegawaian.

"Dengan adanya gaji ke-13 atau THR, PNS bisa fokus bekerja dan menjaga integritas. Tidak perlu lagi menerima gratifikasi," kata Herman yang kutip dari JPNN (18/04/16)

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/jadwal-pembayaran-gaji-pns-ke-13-dan-ke-14-tahun-2016.html#ixzz46HVTPT6L

Kamis, 14 April 2016

Tata Kelola Ideal Anggaran Pendidikan

By Unknown | At 07.17 | Label : | 0 Comments

Diskusi

JAKARTA - Setiap pemerintah daerah wajib mengelola dana pendidikan. Alokasi khusus tersebut dimaksudkan untuk membangun pendidikan di wilayah masing-masing.
Menurut Senior Advisor Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia, Totok Amin Soefijanto, penggunaan anggaran pendidikan tersebut mencakup dua aspek utama yaitu fungsi dan urusan.
"Anggaran ini seharusnya lebih didorong pada aspek urusan, misalnya yang berkaitan dengan pendidikan, guru dan sekolah," ujar Totok dalam diskusi "Investasi Pendidikan Daerah dan Implikasinya terhadap Peningkatan Mutu dan Akses Pendidikan" di Kemdikbud Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Nyatanya, ungkap Totok, kebanyakan anggaran pendidikan di daerah justru lebih mementingkan pemenuhan fungsi pendidikan. Misalnya, untuk menggelar berbagai pertandingan. Bahkan, rapat komisi juga mendorong pengelolaan anggaran pendidikan daerah ke aspek fungsi.
"Nah ini harus dipertanyakan kenapa condongnya ke fungsi. Kemudian transfer fungsi ke daerah juga cukup banyak. Seperti dalam bentuk BOS," ujarnya.
Totok menyebut, ada juga anggaran yang sulit untuk ditelusuri. Di antaranya pada dana bantuan sosial (bansos) dan dana otonomi khusus seperti di Papua.
"Dengan adanya Neraca Pendidikan Daerah (NPD) yang ditampilkan secara utuh, maka bisa dilihat anggaran pendidikan yang bentuknya bukan hanya angka tapi juga data. Memang perlu workshop dalam membaca data ini, khususnya bagi para orangtua," tambahnya.
Sumber: http://goo.gl/8M4DM0

Soal Latihan UN SD/MI 2016 dan Kunci Jawabannya

By Unknown | At 06.34 | Label : | 0 Comments
Soal Latihan UN SD/MI 2016 dan Kunci Jawabannya


Download Kumpulan soal latihan UN atau US SD/MI dengan disertai kunci jawabannya.
Meskipun Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD/Mi diganti dengan Ujian Sekolah (US), namun soal-soal US masih hampir sama dengan soal UN tahun-tahun sebelumnya. Kisi-kisi soal US tahun pelajaran 2015/2016 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

US sebagai ujian akhir tingkat SD/MI tahun pelajaran 2015/2016 akan dilaksanakan mulai tanggal 16 sampai 18 Mei 2016. Ujian penganti UN ini mengujikan tiga mata pelajaran (mapel), yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Untuk bahan belajar mempersiapkan menghadapi US tahun pelajaran 2015/2016, bisa menggunakan kumpulan latihan soal UN atau US SD/MI tahun-tahun sebelumnya. Kumpulan soal latihan US SD/MI dengan disertai kunci jawabannya bisa didownload di sini:

Latihan Soal Ujian Sekolah SD/MI Mapel Bahasa Indonesia
Prediksi Soal US Bahasa Indonesia Paket 1
Prediksi Soal US Bahasa Indonesia Paket 2

    Latihan Soal Ujian Sekolah SD/MI Mapel Matematika
    Prediksi Soal US Matematika Paket 1
    Prediksi Soal US Matematika Paket 2

      Latihan Soal Ujian Sekolah SD/MI Mapel IPA
      Prediksi Soal US IPA Paket 1
      Prediksi Soal US IPA Paket 2

        Kumpulan Soal UN Bahasa Indonesia 
        Soal Prediksi UN SD/MI Bahasa Indonesia 1 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Bahasa Indonesia 2 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Bahasa Indonesia 3 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Bahasa Indonesia 4 [Download]

        Kumpulan Soal UN Matematika  
        Soal Prediksi UN SD/MI Matematika 1 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Matematika 2 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Matematika 3 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI Matematika 4 [Download]

        Kumpulan Soal UN IPA  
        Soal Prediksi UN SD/MI IPA 1 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI IPA 2 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI IPA 3 [Download]
        Soal Prediksi UN SD/MI IPA 4 [Download]

        Untuk membantu belajar siswa, orang tua, serta guru, banyak ditemukan buku-buku yang berisi kumpulan soal try out dan prediksi US SD/MI 2016. Dengan terus berlatih mengerjakan soal akan membuat siswa lebih siap dan mendapatkan hasil yang maksimal.

        Soal US SD/MI tahun 2016 disusun oleh pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota berdasarkan kisi-kisi dari kemendikbud. Materi US untuk SD/MI masih menggunakan materi kurikulum lama, yaitu Kurikulum 2006 atau KTSP.

        Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/02/soal-latihan-un-sdmi-2016-dan-kunci-jawabannya.html#ixzz45o7dIThq

        Selasa, 12 April 2016

        Tidak Ada Larangan Guru Non PNS Disertifikasi

        By Unknown | At 06.41 | Label : | 0 Comments
        Tidak Ada Larangan Guru Non PNS Disertifikasi

        Tidak ada larangan bagi seluruh guru di Indonesia untuk ikut sertifikasi. Hal ini dikatakan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata. Menurutnya tujuan sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan.

        "Guru bukan PNS bisa disertifikasi.‎ Buktinya kan sekarang ada tunjangan profesi bagi guru bukan PNS. Semua berhak, sesuai peraturan perundang-undangan," kata Pranata yang  kutip dari JPNN (12/04/15).

        Tunjangan guru bukan PNS sudah cair sejak beberapa pekan lalu. Menurutnya, ini menandakan niat pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia sangat besar.

        Pranata menegaskan tidak ada larangan bagi guru PNS maupun non PNS untuk disertifikasi. Siapapun yang memenuhi persyaratan, termasuk guru swasta, bisa ikut progran sertifikasi.‎

        "Yang tidak boleh adalah mereka yang tidak memenuhi persyaratan seperti belum S1, bukan guru tetap yayasan, diangkat sebelum 2006, dan sebagainya," tegas Pranata.

        Sampai saat ini, sebanyak 555.467 guru belum tersertifikasi, terdiri dari 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode 2006-2015.

        Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/tidak-ada-larangan-guru-non-pns-disertifikasi.html#ixzz45cRtX7NF

        Semua Guru Yang Belum Sertifikasi Bisa Ikut PLPG

        By Unknown | At 06.34 | Label : | 0 Comments

        Semua Guru yang Belum Sertifikasi Ikut PLPG

        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim tetap melanjutkan program sertifikasi guru sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dengan anggaran dari negara. 

        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan (11/04) menyatakan, program sertifikasi guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) akan dibiayai oleh pemerintah.

        "Pemerintah tetap melanjutkan upaya sertifikasi guru dengan tetap memberikan bantuan dana bagi guru untuk mengikuti program sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)," kata Anies.

        Semua guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dapat mengikuti program sertifikasi melalui program PLPG. Program ini juga termasuk pada guru yang diangkat dalam periode 2006 hingga 2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik.

        Anies menjelaskan, bagi guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dibebaskan untuk memilih program sertifikasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK). Misal, dia melanjutkan, PLPG atau Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG).

        Saat ini masih terdapat 555.467 guru yang belum tersertifikasi, yang terdiri atas 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan tahun 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode tahun 2006-2015.

        "Semua yang memenuhi syarat akan diarahkan untuk mengikuti PLPG," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata yang  kutip darikemdikbud.go.id (11/04/2016)

        Pemerintah telah melaksanakan beberapa upaya khusus untuk menuntaskan program sertifikasi guru melalui portofolio serta PLPG yang sudah dilaksanakan untuk 1.638.240 guru, selama ini dengan prioritas guru yang diangkat sebelum tahun 2005.


        Sumber: http://goo.gl/sb5nFp

        Senin, 11 April 2016

        Program Sertifikasi Guru Tetap Dibiayai Pemerintah

        By Unknown | At 06.23 | Label : | 0 Comments



        Pemerintah akan melanjutkan program sertifikasi guru sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dengan anggaran dari negara. Semua guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan guru yang diangkat dalam periode 2006-2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik dapat mengikuti program sertifikasi melalui program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). 

        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan program sertifikasi guru melalui PLPG dibiayai oleh Pemerintah. "Pemerintah tetap melanjutkan upaya sertifikasi guru dengan tetap memberikan bantuan dana bagi guru untuk mengikuti program sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)," kata Anies darikemdikbud.go.id (11/04/2016).

        Bagi guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dibebaskan untuk memilih program sertifikasi yang diselenggarakan oleh LPTK seperti PLPG atau Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG). Pemerintah melaksanakan beberapa upaya khusus untuk menuntaskan program sertifikasi guru melalui portofolio serta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang sudah dilaksanakan untuk 1.638.240 guru selama ini.

        “Dari seluruh upaya ini masih terdapat guru yang belum tersertifikasi, yakni 555.467 guru, yang terdiri atas 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode 2006-2015. Semua yang memenuhi syarat akan diarahkan untuk mengikuti PLPG,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata.

        Sebelumnya, pemerintah telah merencanakan kebijakan program sertifikasi yang dibiayai guru sendiri, khususnya bagi guru yang diangkat setelah tahun 2006 yang belum memiliki sertifikat pendidik. Mereka harus mengikuti program sertifikasi guru melalui SG-PPG dengan biaya sendiri. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan guru, bahkan muncul petisi yang meminta menggratiskan SG-PPG.

        Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/program-sertifikasi-guru-tetap-dibiayai-pemerintah.html

        Minggu, 10 April 2016

        Guru Wajib Mengetahui..!! Petisi Gratiskan Sertifikasi Guru Jalur SG-PPG 2016

        By Unknown | At 08.35 | Label : | 0 Comments


        Pemerintah menerapkan kebijakan mulai tahun 2016 bagi guru yang belum sertifikasi harus membayar sendiri proses sertifikasinya. Guru yang diangkat atau mengajar setelah tahun 2005 harus mengikuti sertifikasi guru dengan jalur Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) tahun 2016 dengan biaya sendiri. 

        Keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan sertifikasi guru mandiri atau biaya ditanggung peserta menimbulkan polemik kalangan guru, ini dinilai memberatkan guru. Melalui petisi online change.org, muncul ajakan untuk menandatangani petisi "Gratiskan Sertifikasi Guru jalur Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) 2016".

        Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan UU Guru dan Dosen No 14 pasal 13 ayat 1 yang berbunyi, “Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.”

        Menurut pembuat petisi, Sulaeman Wahyu, dengan dibebankannyabiaya SG-PPG kepada guru akan membuat guru berpikir biaya tersebut adalah investasi. Ini berbahaya karena bisa menjadikan cara pandang guru terhadap sekolah dengan pendekatan ekonomis alias untung rugi. Apa jadinya ketika pengelolaan pendidikan seperti pasar dan siswa dianggap komoditas.

        Selain itu, dengan penghasilan guru yang sudah pas-pasan, ini dipaksa lagi berhutang untuk biaya SG-PPG yang tidak sedikit. Di mana asaz keadilannya ketika pemerintah menanggung biaya setifikasi 1,7 jutaan guru dan malah 500 ribuan lainnya di suruh menanggung biaya sendiri.

        Atas berbagai pertimbangan di atas, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan diminta untuk membebaskan peserta SG-PPG tahun 2016 dari segala bentuk beban biaya. Pendidikan bukan lembaga profit.

        Sampai dengan tulisan ini dibuat (10/04) petisi "Gratiskan Sertifikasi Guru jalur Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) 2016" ini telah ditandatangani sebanyak 272 orang.

        Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/petisi-gratiskan-sertifikasi-guru-jalur-sg-ppg-2016.html

        Sabtu, 09 April 2016

        Inilah Karakter Yang Harus Dimiliki Guru

        By Unknown | At 10.23 | Label : | 0 Comments
        Inilah Karakter yang Harus Dimiliki Guru



        Selain memiliki kompetensi dasar, guru juga harus memiliki karakter yang kuat.

        Profesi guru sering menjadi sorotan publik dan sering kali menjadi bahan perbincangan banyak kalangan karena ada beberapa oknum guru yang memang mempunyai karakter yang tidak perlu dicontoh atau ditiru , padahal guru adalah pribadi yang mestinya menjadi panutan terutama oleh para siswanya. 

        Melihat hal tersebut di atas, ada baiknya kalau sebagai seorang guru (pendidik) selain memiliki kompetensi dasar (pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial), juga memiliki beberapa karakter yang kuat dalam menjalankan fungsinya sebagai pencipta insan cendekia, seperti berikut ini.

        1. Kerja keras
        Seorang guru dituntut mempunyai semangat kerja yang tinggi. Karena dalam menjalankan tugasnya akan banyak kendala yang dihadapi baik yang bersumber dari dalam dirinya maupun yang bersumber dari luar. Profesi seorang guru bukanlah pekerjaan main-main, karena yang ia hadapi adalah siswa yang tentunya mempunyai berbagai karakter dan dari berbagai kondisi sosial yang berbeda. Ditambah lagi dengan siswa yang nakal, siswa yang malas, siswa yang mempunyai keterbatasan secara intelektual, sarana dan prasarana di sekolah yang belum tentu lengkap dan sebagainya. Maka ia harus mampu memecahkan semua problem tersebut agar kegiatan belajar-mengajar yang menjadi tanggung jawabnya tidak terbengkalai akibat halangan tersebut. Kuncinya adalah kerja keras.

        2. Kerja tuntas
        Seorang guru juga dituntut mampu menyelesaikan tugas-tugasnya secara tuntas. Tidak setengah-setengah. Ia harus mampu menyesuaikan materi pelajaran yang harus diajarkan dengan ketersediaan waktu yang telah diprogramkan. Dengan demikian bagi seoang guru dalam mengajar sudah mempunyai program dan target yang mesti dicapai dalam satu kurun waktu tertentu.

        3. Kerja ikhlas
        Seorang guru pun harus tahu bahwa pekerjaannya itu sangatlah mulia. Maka hendaklah ia lakukan dengan penuh keihklasan. Artinya dalam menjalankan tugasnya tidak ada rasa terpaksa, tidak ada tekanan, atau tujuan-tujuan selain untuk memberikan pengajaran dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 

        Jangan sampai ada dalam pribadi guru itu karakter seperti:

        1. Sifat malas
        Sifat malas akan menjadikan seseorang bekerja secara asal-asalan. Sedikit hambatan cukup membuatnya “mangkir” dari kewajiban. Tidak ada keinginan untuk memperbaiki diri maupun siswanya. Jika demikian maka ia akan bersikap masabodo terhadap siswa dan tak mau ambil pusing.

        2. Sifat culas
        Sikap culas, curang, dan menghalalkan berbagai cara dalam mengambil tindakan yang dapat memberikan keuntungan bagi dirinya namun dapat merugikan bagi siswanya atau tempatnya bekerja juga harus dihindarkan jauh-jauh.

        3. Sifat buas
        Buas disini adalah sikap kasar dan sikap yang memandang orang lain lebih rendah. Kasar dalam berbicara (menggertak, mencaci, berbicara kotor) maupun kasar dalam berbuat (memukul, menjewer, dsb) merupakan sebagian contoh sikap yang tidak patut bagi seorang guru.

        Dengan menghindari sikap-sikap atau karakter tersebut kiranya dapat menjadikan lingkungan belajar menjadi nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Jika lingkungan kelas yang nyaman maka siswa akan lebih mudah dalam memahami materi pelajaran.

        Mari kita bangun generasi Indonesia yang berpengetahuan dan beriman. Demi mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera lahir dan batin.

        Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/inilah-karakter-yang-harus-dimiliki-guru.html

        Berkas Yang Harus Dikumpulkan Calon Peserta PLPG 2016

        By Unknown | At 08.03 | Label : | 0 Comments
        Berkas Yang Harus Dikumpulkan Calon Peserta PLPG 2016



        Berkas yang harus dikumpulkan calon peserta sertifikasi guru melalui pola PLPG 2016.
        Sertifikasi guru (Sergur) tahun 2016 melalui pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) segera digelar. Pola sertifikasi guru melalui PLPG diikuti oleh guru diangkat sebelum 31 Desember 2005. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik juga harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

        Berkas yang harus dikumpulkan calon peserta PLPG 2016

        a. Format A1 yang telah ditandatangani oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

        b. Fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi dengan ketentuan sebagai berikut:

        1) Fotokopi ijazah dari perguruan tinggi negeri dilegalisasi oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut. 

        2) Fotokopi ijazah dari perguruan tinggi swasta yang sudah tidak beroperasi harus dilegalisasi oleh kopertis.

        3) Fotokopi ijazah dari luar negeri dilampiri fotokopi surat keterangan akreditasi dari Direktorat Jenderal Belmawa. 

        c. Fotokopi SK pengangkatan sebagai guru sejak pertama menjadi guru sampai dengan SK pengangkatan/pangkat/golongan terakhir yang dilegalisasi oleh atasan langsung.

        d. Fotokopi SK mengajar (SK pembagian tugas mengajar) terakhir yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung, khusus bagi guru yang S-1/D-IV yang tidak linear dengan mata pelajaran yang diampu wajib melampirkan SK pembagian tugas mengajar 5 (lima) tahun terakhir secara berturut-turut.

        e. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 3x4 cm sebanyak 4 lembar (enam bulan terakhir dan bukan polaroid), di bagian belakang setiap pasfoto ditulis identitas peserta (nama, nomor peserta, dan satminkal).

        f. Pakta Integritas dari calon peserta bahwa berkas/dokumen yang diserahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya sebagaimana format dalam Lampiran 6.

        g. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah. 

        PLPG merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi guru yang dilaksanakan kurang lebih selama 9-10 hari dengan bobot 90 Jam Pembelajaran (JP). PLPG dilaksanakan oleh perguruaan tinggi atau LPTK yang ditunjuk oleh Kemendikbud. Daftar rangking bakal calon peserta sertifikasi guru melalui PLPG tahun 2016 diumumkan melalui situs resmi www.sergur.kemdiknas.go.id

        Sumbeer: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/berkas-yang-harus-dikumpulkan-calon-peserta-plpg-2016.html

        Menghadapi Kesulitan Belajar Anak

        By Unknown | At 06.49 | Label : | 1 Comments

        Education Sharing Session di Sampoerna University. (Foto: Iradhatie W/Okezone)
        JAKARTA - Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk pembelajar. Dalam hal ini, sekolah menjadi salah satu tempat utama seorang anak mendapatkan berbagai pengetahuan, khususnya di bidang akademis.
        Selama proses belajar, tak semua anak mampu memahami materi dengan mudah. Pasalnya, ada juga anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Sehingga, peran guru dan juga orangtua penting untuk membantu mereka dalam memperoleh pengetahuan dan pemahaman.
        Atas dasar tersebut, Sampoerna University Faculty of Education dan School Development Outreach mengadakan Education Sharing Session guna memberikan solusi terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. Acara tersebut menghadirkan beberapa pakar pendidikan, di antaranya pakar pendidikan psikologi, dr Lucia RM Royanto, MSi, Msp.Ed; guru dari Sekolah Madania; dan pendidik profesional sekaligus orangtua dari siswa berkebutuhan khusus, Simon Rafael, MPd.
        "Ada dua kelompok siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pertama adalah karena ada gangguan perkembangan dan tidak ada gangguan perkembangan," tutur pembicara dari Madania, Alfi Afifah di Sampoerna University, Jumat (8/4/2016).
        Anak yang yang berkebutuhan khusus, ucap dia, masuk dalam kelompok special education needs. Sedangkan yang tidak berkebutuhan khusus, masuk dalam reguler student. Dalam menyelesaikan masalah kesulitan belajar, pihaknya melakukan identifikasi masalah terlebih dahulu.
        "Pertama identifikasi masalah, kemudian baru penyesuaian program. Setelah itu kami diskusikan dengan orangtua, apakah mereka setuju atau tidak dengan program yang kita berikan. Kemudian baru pelaksanaan program dan evaluasi. Setiap proses tersebut melibatkan konselor, psikolog, juga guru," tuturnya.
        Diskusi interaktif tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan pendidik, baik guru dari sekolah reguler maupun inklusi. Selama proses diskusi, para peserta antusias melakukan tanya jawab dengan pembicara dalam menghadapi anak didik yang mengalami kesulitan belajar.
        Sumber: http://goo.gl/TEXhBE

        Selasa, 05 April 2016

        Kisah Rantih, Bocah SD dari Pedalaman Rimba Bengkulu

        By Unknown | At 06.51 | Label : | 0 Comments
        Rantih, siswa SD yang diusir dari rimba pedalaman Bengkulu. (Foto: Demon F/Okezone)
        Rantih, siswa SD yang diusir dari rimba pedalaman Bengkulu. (Foto: Demon F/Okezone)
        BENGKULU - Rantih, satu dari 45 murid SDN 126 Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK), Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, tidak seberuntung murid SD lainnya. Dulu, bocah kelas VI SD ini bersekolah di Dusun Lama Desa Semende, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Namun Rantih bersama puluhan bocah lainnya terpaksa meninggalkan lokasi itu, lantaran terkena razia oleh polisi dan balai taman nasional, beberapa tahun silam. Tidak kurang puluhan bangunan pondok, yang dihuni sekira puluhan Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Adat Semende Banding Agung, dibumihanguskan oleh petugas, lantaran dianggap melanggar hukum.
        Tidak hanya itu, bangunan sekolah pun ikut menjadi sasaran petugas dalam penertiban di kawasan TNBBS. Sementara, Masyarakat Adat Semende Banding Agung, sudah menempati wilayah itu sebelum TNBBS ditetapkan. Hal tersebut tentunya berdampak pada anak-anak tak bersalah, termasuk Rantih.
        Kepada Okezone, Rantih bercerita, sebelum bersekolah di SDN 126 PK-LK, Kabupaten Kaur, dia bersama kakak kandungnya, Mimi, sempat mengenyam dunia pendidikan di dalam hutan dan tinggal bersama kedua orangtuanya. Namun, razia petugas membuat bangunan sekolah berbahan baku papan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat tidak bisa difungsikan kembali.
        ''Saya di sini sejak kelas IV SD. Dulu saya bersekolah di kawasan hutan Bengkulu dan Lampung. Karena rumah sekolah kami dibakar, saya bersama kakak saya disuruh bersekolah di sini (SDN 126 PK-LP),'' cerita Ratih, kepada Okezone.
        Ketika masih bersekolah di hutan, kenang Ratih, hanya ada satu bangunan sekolah. Guru pengajar pun berasal dari daerah yang sama. Menurut Ratih, untuk menuju lokasi pondok rumah dan sekolahnya, dari pusat kota memakan waktu sekira tujuh jam perjalanan. Lokasi itu, terang dia, hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dengan kedua ban yang telah dimodifikasi dengan rantai.
        "Yang bersekolah di sana sekira 20 orang,'' ujar bocah yang bercita-cita menjadi dosen ini.
        Sejak kejadian itu, kisah Rantih, dia bersama kakaknya terpisah dari kedua orangtuanya. Ayah dan ibu Rantih kini masih bersembunyi didalam hutan. Meski demikian, sekolah menjadi sedikit pelipur lara bagi Rantih.
        ''Senang sekolah di sini (SDN 126 PK-LP), gratis. Tapi saya rindu sama kedua orangtua,'' imbuh Rantih sembari meneteskan air mata.
        Sumber: http://goo.gl/Y32T0T

        Banyak Siswa Tak Tahu Nama-Nama Pahlawan

        By Unknown | At 06.38 | Label : | 0 Comments
        Siswa SD sedang bersalaman dengan para guru. (Foto: Dok. Okezone)



        BANGKALAN – Rasa cinta Tanah Air dan semangat bela negara sejatinya ditanamkan kepada generasi muda sejak masih di bangku sekolah dasar (SD). Hal ini bertujuan agar mereka memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.
        Sayangnya, semangat itu tak sejalan dengan kondisi yang ada di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Sebab, masih ditemukan siswa yang belum tahu nama pahlawan dan tidak hafal lagu nasional.
        Hal itu diketahui oleh Babinsa Koramil Pegantenan, Sertu Riyadi, saat memberikan materi wawasan kebangsaan di SDN Tlagah 1, Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan Pamekasan, Jawa Timur.
        Padahal untuk menghormati para pahlawan harus mengenal nama-namanya terlebih dahulu, sehingga bisa meniru semangat para pahlawan dalam berjuang merebut kemerdekaan dari para penjajah.
        "Penghormatan kepada pahlawan diawali dengan mengenal nama mereka supaya kita bisa mencontoh semangat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan," kata Sertu Riyadi, belum lama ini.
        Sehingga dalam pemberian materi wawasan kebangsaan tersebut, sambung Riyadi, dirinya memperkenalkan nama-nama pahlawan dan lagu-lagu nasional kepada siswa kelas IV SDN Tlagah 1.
        "Diharapkan dengan hafal lagu-lagu nasional, para murid timbul semangat cinta Tanah Air dan bela negara," harapnya.
        Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/03/30/65/1349390/banyak-siswa-tak-tahu-nama-pahlawan

        Minggu, 03 April 2016

        Instal Info GTK Di Hp anda Masing

        By Unknown | At 23.20 | Label : | 0 Comments
        Sekarang ada fasilitas yang lebih mudah untuk mengakses info GTK, supaya tidak kesulitan lagi, sekarang sudah di bundel dalam satu Packed android
         Untuk mengenal lebih jauhnya tentang APK sebagai berikut : 

        APK adalah paket aplikasi Android (Android PacKage). APK umumnya digunakan untuk menyimpan sebuah aplikasi atau program yang akan dijalankan pada perangkat Android. 

        APK pada dasarnya berupa compress file seperti zip file, karena berisi dari kumpulan file. APK dapat diperoleh melalui berbagai metode, seperti menginstall sebuah aplikasi melalui Play Store, download dari sebuah situs web kemudian anda install secara manual, atau membuat dan mengembangkan sendiri dengan bahasa yang sebagian besar berbasis Java. 

        Jika anda memiliki file APK pada komputer Anda, dan ingin menginstallnya pada android anda, Anda dapat juga dengan menjalankan perintah ‘adb install apkname.apk’ untuk install aplikasi melalui USB ke perangkat android anda.

        Untuk APK Info GTK ini penampakkannya sebagai Berikut : 



        Untuk APK INFO GTK silahkan 

        Semoga bermanfaat



        Sabtu, 02 April 2016

        Satu Desa Hanya Ada Satu SD

        By Unknown | At 08.39 | Label : | 0 Comments

        Ilustrasi Foto: dok. Okezone.


        BANGKALAN - Sejumlah persoalan pada dunia pendidikan masih ditemukan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Terbaru, masih minimnya prasarana atau sekolah di daerah pelosok sehingga mempengaruhi kualitas pendidikan yang ada di kota dzikir dan salawat tersebut.
        Di Desa Sapalasah, Kecamatan Sepulu, misalnya, ternyata hanya ada satu SD negeri. Hal itu diketahui ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya pada Anggota DPRD Jatim, Mahfud, saat menggelar reses di Kecamatan Sepulu, Bangkalan, baru-baru ini.
        "Prasarana pendidikan yang ada di pedesaan masih memprihatinkan. Satu desa hanya ada satu SD negeri. Sedangkan daerahnya luas dan anak didiknya banyak. Jadi tidak ideal," terang Mahfud.
        Politisi PDI P ini berjanji akan membantu menyelesaikan persoalan minimnya prasarana pendidikan tersebut. Hal itu dilakukan demi kemajuan dunia pendidikan di desa.
        "Sehingga anak-anak di sana bisa menimba ilmu dengan mudah. Tidak seperti yang terjadi saat ini. Banyak siswa yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bisa sekolah SD," paparnya.
        Mahfud menambahkan, karena urusan SD berhubungan dengan pemerintah daerah tingkat dua (Kabupaten), dia akan mencoba berkomunikasi dengan pemerintah setempat.
        "Mungkin ada masalah atau bagaimana, jika ada permasalahan nanti cari jalan keluarnya. Saya juga akan menyampaikan lewat jalur fraksi partai yang ada di Bangkalan," tukasnya

        Sumber:http://news.okezone.com/read/2016/04/01/65/1351215/satu-desa-hanya-ada-satu-sd
        Posting Lama ►
         

        Copyright © 2012. Portal Berita - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz